Langkah Penyanyi Tulus Ajak Masyarakat Jaga Pelestarian Gajah!

lifestyle | 21 October, 2017 12:52 WIB , Oleh Ferro Maulana

Penyanyi Tulus. Foto: Mun

WOWchannelz.com -  Perhatian penyanyi Tulus terhadap ekosistem gajah di Indonesia sangat besar. Sebagai kontribusinya untuk konservasi gajah Sumatera yang hampir punah, ia membentuk kampanye bertajuk #JanganBunuhGajah pada tahun 2016 lalu.

Keseriusan untuk menjaga kehidupan gajah juga karena seekor gajah jantan bernama Yongki, yang membantu proses pembuatan video musik lagu Tulus berjudul 'Gajah' telah mati dibunuh serta diambil gadingnya. 

Tahun 2017 ini, Tulus kembali meneruskan kampanyenya dengan mengubah tajuk menjadi #TemanGajah. Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih sadar terhadap kondisi gajah dan bisa menyelamatkan mereka.

Gajah Tulus
Satwa gajah Sumatera. Foto : Dok Net

"Sehingga harapan saya lebih banyak lagi teman-teman yang bisa terlibat di kampanye ini. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menegah Pertama (SMP) sampai sekolah lanjutan-lanjutan yang lain, seluas-luasnya," ujar Tulus, saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Tetap Konsisten

Pemilik album 'Monokrom' ini terus konsisten dalam menjaga keselamatan gajah karena bukan hanya komitmen sendiri, tapi juga secara bersama-sama. Tulus bekerja sama dengan WWF Indonesia dan kolaborator lain yang semakin banyak.

Baca juga :

Mereka adalah Kitabisa.com (portal penggalangan dana digital), Big Change Indonesia(perusahaan konsultan bisnis), NUSAE (studio desain asal Bandung), dan Synchro (penyelenggara acara kampanye).

"Saya rasa kalau lingkungan itu adalah sebuah komitmen yang kita harus terus jalani dengan semampu sekuat tenaga yang kita bisa. Program jangan bunuh gajah itu bikin saya terkejut dengan respon masyarakat yang sangat baik dan saya yakin dengan program #TemanGajah ini kepeduliannya bisa lebih luas lagi," urainya melanjutkan. 

Tulus
Tulus ajak masyarakat jaga kelestarian gajah. Foto : Mun

Kondisi gajah yang cukup memprihatinkan, akhirnya memasukkan gajah Sumatera dalam daftar merah The Intenstional Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies yang hampir punah. 

Untuk menyelamatkan gajah yang tersisa dan memantau keberadaan kelompoknya, WWF Indonesia membutuhkan 20 buah kalung satelis GPS yang akan dipasangkan pada 20 kelompok gajah liar. Dengan begitu, maka berbagai ancaman yang dapat membahayakan mereka diharapkan mampu berkurang

"Kalau dari kampanye sebelumnya sudah terbeli satu unit kalung pendeteksi lokasi. Tapi kan harapannya bisa lebh banyak lagi. Itu kenapa untuk sekarang saya memberanikan diri untuk targetnya 20. Harganya Rp40 juta sampai 50 jutaan satu unit kalung. Dikirim dari Afrika," jelas Tulus, menambahkan. 

Tulus
Tulus ajak masyarakat jaga kelestarian gajah. Foto : Mun

Ajak Siswa Sekolah Dasar

Kampanye #TemanGajah juga menggandeng 20 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan alasan, mereka para generasi penerus bangsa harus diberikan edukasi sejak dini dan terlibat dalam praktek pelestarian lingkungan maupun lingkungan hidup.

"Saya tidak hanya mengajak anak-anak SD saja tapi seluruh pelajar," tutur Tulus.

Pemilik nama lengkap Muhammad Tulus ini memulai kampanye #TemanGajah pada 19 Oktober 2017 lalu. Dalam tiga bulan ke depan, diharapkan target bisa tercapai. 

"Kalau sekarang fokusnya apa yang bisa saya lakukan di sekitar saya dulu. Karena kebetulan saya bermukim di sini tapi mungkin efeknya lewat media sosial," tutup Tulus. (Ray/ Fmy)