Wiro Sableng, Pendekar Kapak Naga Geni 212, Kurang Sableng

news | 4 September, 2018 17:30 WIB , Oleh Josepus Orias Dias

Film Wiro Sableng. Foto : Instagram

WOWChannelz.com -  Akhirnya film yang ditunggu datang juga. Wiro Sableng, Pendekar Kapak Naga Geni 212 (WS  212) telah tayang di bioskop  tanggal 30 Agustus 2018 lalu mampu meraih penonton  600 ribu lebih dalam sepekan penayangannya.  Film yang menjadi catatan sejarah dalam industri perfillman nasional ini menjadi yang pertama bekerjasama dengan rumah produksi internasional 20th Century Fox.

Berkisah tentang kehidupan di nusantara pada abad ke 16, adalah seorang Mahesa Birawa (Yayan Ruhian) seorang pendekar tak tertandingi yang selalu membuat terror dimana-mana. Ia dan kelompoknya kerap merampas harta milik masyarakat dan juga para wanita.

Wiro Sableng
Para pemain film Wiro Sableng. Foto : DokWowChannelz

Seiring waktu berjalan, 17 tahun berselang muncul di dunia persilatan seorang pemuda aneh murid dari pendekar misterius bernama Sinto Gendeng (Ruth Marini). Dia adalah Wiro Sableng (Vino G. Bastian), yang mendapat tugas dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa, mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat untuk di bawa kembali ke gunung Gede

Begitulah, mendekati titik pencahariannya terhadap Mahesa Birawa, Wiro malah terlibat dan bertemu dengan pendekar-pendekar lainnya selama di perjalanan. Ada Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi), Anggini (Sherina Munaf), Rara Murni (Aghniny Harque) hingga Bidadari Angin Timur (Marsha Timothy).

Wiro Sableng
Vino G Bastian Sebagai Wiro Sableng. Foto : Doknet

Pertemuan dengan para sahabatnya inilah yang mengubah cara pandang Wiro terhadap sekelilingnya. Ia yang terbiasa memutuskan sendiri apa yang dihadapinya, kini harus bertenggang rasa untuk sahabat-sahabatnya tersebut. Sampai pada akhirnya, dipertarungan terakhir, ia menjadi mengerti siapa itu Mahesa Birawa dan kenapa dirinya yang diutus oleh sang guru untuk menyelesaikan masalah ini.

Film Wiro Sableng ini sendiri di bentang lewat jalan cerita yang mudah dimengerti. Angga Dwimas Sasongko, membuat film ini dengan sangat rapi. Perkenalan karakter di film ini sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, dengan menyebarkan info bertahap di setiap karakter yang terlibat. Pengunaan kostum, dialog-dialog, joke, senjata, semuanya dikemas dengan pilihan yang tepat. Tidak mau terjebak dalam era tertentu, tapi semua berjalan dalam bahasa kekinian. Seperti yang disimak langsung, dialog-dialognya muncul dalam bahasa kekinian, Sehingga kaum milenial tak harus gagap mencerna dialog yang ada. 

Baca juga :

Kualitas para pemain pun tak usah diragukan lagi, selain yang sudah disebut diatas kita juga Vino menemukan nama-nama aktor senior seperti Dwi Sasono (Raja Kamandaka), Marcella Zalianty (Permaisuri) Andy /rif (Dewa Tuak) hingga Rifnu Wikana (Kalasrenggi).

Generasi pembaca novel dan sinetron Wiro Sableng dari dulu hingga kini cukup mengetahui bahwa cerita Wiro Sableng, Pendekar Kapak Naga Geni 212 adalah cerita laga. Untuk itulah, aksi laga yang yang ditampilkan juga cukup menjadi perhatian lebih. Untuk menghadirkan kualitas laga yang sempurna, Yayan Ruhian yang ditunjuk sebagai koreografer laga harus jeli dan detail menghadirkan gaya silat tanah air tanpa harus tercampur aduk dengan seni bela diri lainnya.

Wiro Sableng
Film Wiro Sableng. Foto : Doknet

Ibarat makeup, hasil akhir seluruh jerih payah yang dilakukan adalah finishing di studio. Efek penggunaan Computer Generated Imagery (CGI) membungkus semuanya dengan apik. Efek-efek yang dihadirkan semuanya sebagian besar terlihat wajar dan sempurna. Karakter, jalan cerita, aksi silat dan tentu saja CGI adalah perpaduan sempurna untuk sebuah film dengan genre aksi-petualangan.

Tak ada gading yang tak retak, tentu saja tidak bisa dibilang sempurna… Selain make up yang masih sedikit kasar, film yang bertabur bintang ini agak gamang dengan datang dan perginya karakter yang ada. Walaupun sudah dijelaskan sebelumnya, hampir semua karakter sudah di delivery jauh hari sebelum film ini tayang. Namun datang dan perginya karakter sering kali misterius. 


Pendekar Wiro Sableng yang diperankan oleh Vino G Bastian sebetulnya sudah cukup mewakili sosok pendekar yang berjiwa sableng tersebut,  namun  penjiwaan karakternya masih terasa kurang.  Vino  hanya perlu polesan sedikit lagi untuk benar-benar masuk sebagai Wiro Sableng. 

Syukurnya cerita ini cukup melegenda dan hampir semua penonton pernah membaca dan menyaksikan sinetron sebelumnya. Namun bagaimana dengan penonton di luar negeri nanti? Karena film ini juga bekerjasama dengan 20th Century Fox. Mudah-mudahan film ini membawa angir segar bagi industri film di Indonesia,  ditengah gempuran film horor yang masih menjadi favorit. /Yulia

Komentar :