Lantun Orchestra Tetap konsisten Dengan Budaya Betawi

news | 13 August, 2018 14:35 WIB , Oleh Josepus Orias Dias

Lantun Orchestra. Foto : Yulia

WOWChannelz.com -  Kelompok Musik Lantun Orchestra yang sejak kemunculannya di industri musik Tanah Air selalu mengusung kebudayaan Betawi baik dalam setiap lagu yang mereka bawakan juga lewat beberapa kostum mereka di panggung. 

Adalah Chaka Priambudi (piano) bersama Cucu Kurnia (kendang), Dwiani Indraningsri (flute), Tata (vokal), Edward Hosea (bass), Kabul Sihombing (perkusi), Asri Dewi Lestari (violin), dan Rigen Handoyo (terompet) sejak aktif di tahun 2013, mereka menggarap ulang lagu-lagu lama seperti  Ismail Marzuki, Bing Slamet, Benyamin Sueb, Lilis Surjani, dan Oslan Husein yang digarap ulang dengan sentuhan gambang kromong dan jazz Betawi. 

Sejak awal dibentuk, Lantun Orchestra yang digagas oleh Chaka Priambudi memang seperti ingin mengenalkan musik jazz yang kental dengan nuansa Betawi. Maka tak heran bila di album terbaru ini, mereka tampil berbalut kebaya dan batik di atas panggung. Sedangkan dari sisi musik, Lantun Orchestra kembali menyuguhkan musik jazz dengan tradisi Betawi yang nikmat didengar semua kalangan.

Pada 2014, mereka merilis album demo berisi aransemen ulang lima lagu daerah klasik.  Debut album studio Lantun dirilis pada 2017 di bawah label Chaka Music Production. Album berisi tujuh komposisi asli karya Chaka dan direkam secara live recording bersama 17 musisi. Lewat album berjudul Respon Ruang terhadap Kota Jakarta, Lantun Orchestra tak saja menyuguhkan musik yang baru, tapi juga penampilan panggung yang unik.

Lantun Orchestra sebenarnya bukan band. Tapi sebuah ide yang dikembangkan sebagai bentuk partisipasi kolektif musisi muda dan inovasi dalam menjawab tantangan terhadap pengembangan musik  

Pada Sabtu,  (10/8) Lantun Orchestra kembali menggelar sebuah festival budaya bertajuk “Betawi Hari Ini” di Artspace,  Art:1, Jakarta Pusat. 

Lantun Orchestra
Lantun Orchestra. Foto : Yulia

Dengan jumlah peserta sekitar 50 orang, mereka diajak untuk mengelilingi situs sejarah yang ada disekeliling Kemayoran. Bukan hanya memperkenal jejak-jejak budaya tetapi juga ikut mengenal gedung bersejarah yang ada di Ibu Kota sekaligus memperkenalkan kuliner Betawi. Menurut Chaka hal ini merupakan cara paling mudah untuk melestarikan budaya, selain dengan mengapresiasi lewat konsumsi produk.

Acara diakhiri dengan talk show seputar budaya Betawi, sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya. Peserta diikut sertakan untuk  bincang-bincang seputar Sejarah Kebaya Encim bersama antropolog Diyah Wara dan duta kebaya Intan Soekotjo, yang dipandu oleh penulis Nurdiansyah Dalidjo. 

Baca juga :

“Saya banyak kolaborasi dengan seniman, baik seniman tari ataupun dengan seni rupa dan juga dalam hal  pakaian. Seperti sekarang ini ada talk show mengenai Kebaya Encim yang mempunyai warna bagus dan unik, sejarah Betawi itu kan banyak dan mesti kita gali. Kita apresiasi dengan acara seperti ini,” tutur Chaka Priambudi, Sabtu (11/8) di Jakarta Artspace.

Lantun Orchestra
Chaka. Foto : Yulia

“Saya ingin ada pergerakan baru di kesenian agar tidak hanya melalui musik saja,  tapi juga digabung dengan seni lainnya,  spt seni rupa,  dan lain-lain,” tambahnya.

Secara konsep, kelompok musik Lantun Orchestra memang mengusung kebudayaan Betawi. Di tahun 2016 mereka pernah mengadakan acara seperti ini, sempat vakum di tahun 2017 mereka lebih fokus dalam mempersiapkan album baru. Di bulan Juni 2018 lalu, Lantun Orchestra membuat video musik yang berisi lagu-lagu Betawi yang dibawakan secara Medley.

Lantun Orchestra
Lantun Orchestra. Foto : Yulia

“Saya lihat rekaman musik tradisional itu gak banyak, kalaupun ada pasti banyak rekaman yang lama yang lalu kalau dicari di youtube pasti lagunya itu-itu aja ya.. Saya coba membuat sesuatu yang baru,” kata Chaka.

Musik yang mereka gunakan selain alat musik modern juga menggabungkan alat tradisional Gambang Kromong yang dimodifikasi sedemikan rupa sehingga lebih enak didengar. 

“Kami modifikasi sedikit supaya lagunya lebih baru, tata suara dan proses mixingnya saya serahkan dengan yang professional. Jadi gak hanya dengan musik tradisional, kita gak mau bikin musik dengan kualitas low risk. Kita pingin soundnya baru dikemas secara professional seperti musik pop yang ada sekarang. Saya ingin mengemas dengan musik yang baru,” papar Chaka.

Dalam acara Betawi Hari Ini, selain menggelar talkshow mengenai sejarah pakaian Kebaya Encim, Lantun Orchestra juga mempersembahkan 11 lagu yang menghadirkan musisi pendukung lainnya seperti Tohpati, Mian Tiara dan Reda Gaudiamo serta menghadirkan karya-karya seni dengan tema Betawi dari seniman Indonesia dan Perancis. ( Yulia/Jod )

Komentar :