Dhea Imut Rugi Ratusan Juta Rupiah Gara-gara Kamera

news | 29 September, 2017 18:39 WIB , Oleh Ferro Maulana

Masayu Chairani ibunda dari Dhea Imut ditemani omnya Dhea menjelaskan kronologis kasus penipuan. Foto : Aji

WOWchannelz.com -  Artis peran Dhea Imut kehilangan kamera Canon C500 seharga Rp229 juta setelah menggunakan sebuah jasa pengiriman barang. Awalnya, Dhea ingin menjual kameranya kepada seorang teman di Malang.

Perempuan bernama lengkap Dhea Annisa itu meminta bantuan pamannya, Diad Ote, untuk mengirimkan kamera tersebut.

"Dhea punya kamera untuk shooting film yang harganya kurang lebih Rp229 juta, tadinya mau dijual barang ini kepada seorang teman di Malang, mau dikirim ke sana," demikian kata kuasa hukum Dhea, Henry Indraguna SH, dalam jumpa pers di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (28/09/2017) kemarin.

Dhea Imut
Pengacara Henry Indraguna SH melakukan video call dengan Dhea Imut untuk minta keterangan. Foto : Aji
 Kemudian Diad mengirim kamera tersebut melalui jasa pengiriman ekspedisi pada Rabu (06/09/2017), ke alamat tujuan calon pembeli kamera Dhea atas nama Toto atau Suhadi.

Henry menerangkan, bahwa kliennya sangat rugi atas kejadian yang tak diinginkan lantaran paket berupa kamera profesional itu hilang dibawa oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kecewa dan Marah

Menurut Henry, saat mengetahui barang tidak ada (alias hilang), Dhea Imut langsung naik hitam. Ia kecewa karena kamera profesional itu beli dari hasil kerja kerasnya di dunia entertainment

"Saat dikontak barang itu raib dari situ ibu minta pertanggungjawaban ke call center tapi dapat perlakuan yang sangat tidak menyenangkan, bahkan om dibilangnya "Case Closed" gimana bisa digituin? Kita korban dan barang hilang Rp200 juta lebih, gimana ? Dhea dan keluarga nggak terima dan minta untuk dilakukan upaya hukum," ujar Henry menjelaskan. 

Dhea Imut
Dhea Imut diwakili ibunda dan Om Dhea untuk melakukan konferensi pers di kantor HP (Henry Indrayana & Partners). Foto : Aji

Ada Modus Terselubung

Masih dari penuturan Henry, ketika melakukan pengecekan lebih lanjut, pihak ekspedisi menceritakan kehilangan kamera profesional milik Dhea. Orang tersebut mengaku bernama Totok Suhadi. Padahal, kamera itu harus diterima dengan nama Suhadi (atau Toto). 

"Kami sudah telusuri, barang tersebut sudah diambil katanya sudah dikasih KTP atas nama Totok Suhadi, siapa dia ? Kami tidak kenal karena seharusnya Toto atau Suhadi bukan Totok Suhadi," tutur Henry. 

"Dugaan ini, menurut kami modus baru dengan memalsukan KTP. Soalnya, nama beda tapi alamatnya sama dengan orang yang seharusnya dikirimkan oleh pamannya, Ini kan aneh," kesal Henry sembari mengatakan seharusnya ada konfirmasi jika memberikan barang kepada orang yang bersangkutan.

Baca juga :

Surat Somasi

Di tempat dan kesempatan yang sama, lanjut Henry, pihaknya langsung melayangkan surat somasi kepada pihak ekspedisi. Isi surat tersebut, ia akan membawa ke jalur hukum jika dalam hitungan 3 X 24 jam dari sekarang tidak mendapat respon positif.

"Waktu itu kami sudah somasi tapi tidak direspon. Sekarang kami somasi lagi untuk yang kedua jika hari Senin (02/10/2017) tidak ada respon maka kami akan melaporkan ke Polda Metro Jaya, terkait kasus penggelapan," katanya lagi, menutup pembicaraan. (Ade/ Fmy)

Komentar :