Cerita Sheila Timothy Garap Film Dokumenter

news | 30 July, 2017 09:40 WIB , Oleh Fitriawan Ginting

Sheila Timothy. Foto ; Gus.

WowChannelz.com - Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar bahkan terkaya dengan hasil bumi-nya salah satunya rempah-rempah. Dengan itulah, Produser, Sheila Timothy terinspirasi membuat film dokumenter yang menceritakan tentang kekayaan bumi Indonesia pada masa kejayaan Indonesia pada tempo dulu. Film berjudul Banda, The Dark Forgotten Trail itu menjadi proyek terbaru Sheila Timoty di bawah rumah produksi Lifelike Pictures.  Sheila Timothy mengatakan, film dokumenter ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda dan buah Pala. Di masanya, Banda menjadi tujuan para penjajah untuk memperoleh Pala. "Selama tiga minggu kami syuting di sana. Full semua di Banda, mengingat banyak hal yang ingin kita kupas karena nggak cuma soal rempah tapi juga ide-ide kebangsaan ada di sana," ujar Sheila Timothy saat ditemui usai pemutaran film Banda, The Dark Forgotten Trail di XXI Plaza Indonesia, belum lama ini.
Cerita Sheila Timothy Garap Film Dokumenter

Sheila Timothy senang dengan karya terbarunya. Foto : Gus.

Sheila Timothy menambahkan film dokumenter ini dibuat karena bentuk kepeduliannya setelah ada isu tentang daerah tersebut. Makanya, produser yang pernah membuat film Tabula Rasa ini melibatkan beberapa serangkaian melalui riset sebelum membuat proses produksi. Teaser posternya telah dirilis. Sebuah Pala yang baru dipetik dari pohon menjadi objek di poster yang terkesan misterius dengan nuansa gelap di sekelilingnya. Sheila Timothy mengaku senang dengan film ini. Pasalnya, ia memberikan semua gagasan dan ide dalam pembuatan film ini. Bahkan, sang suami Luki Wanandi juga ikut memberikan dukungan dalam pendalaman materi cerita di skenario filmnya. "Ide pertama jalur rempah ini, lahir saat saya dan suami datang ke jalur rempah. Di situ ada tulisan dari pemprov jalur ini cikal bakal jadi jalur sutra," paparnya. "Menurut saya, ini tulisan yang menarik. Jalur sutra sudah jadi propaganda di cina. Bahkan ada film Jacky Chan yang mensoalkan itu. Sedangkan kita masih buta tentang itu. Makanya kita putuskan membuat film. Tapi karena sejarahnya panjang, apabila dibuat fiksi akan banyak fragmen. Makanya kita pilih bikin dokumenter, sehingga negara kita tidak buta dengan sejarah bangsanya," sambungnya. Hal itulah yang memperkuat untuk membuat film dokumenter, Sheila Timothy mengaku memang belum pernah membuat film dokumenter karena ia biasanya membuat film fiksi. "Kami ingin bikin film yang selalu punya kebaruan. Akhirnya ketika buat film dokumenter, saya sadar kemampuan saya, dan saya ajak produser Abdul Aziz. Di situ keluar nama Irfan Ramli, dan lain-lain," ceritanya. (Ade/Gig)
Komentar :