Catatan Najwa untuk Papa: Korupsi di Indonesia Sudah Sangat Parah!

news | 3 October, 2017 10:28 WIB , Oleh Ferro Maulana

Najwa Shihab. Foto : Instagram

  • 1249

    View

WOWchannelz.comNajwa Shihab mendapat jatah sendiri pada panggung konser #TNDMT Glenn Fredly bersama Slank yang digelar di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, 30 September 2017 lalu. Najwa mengejutkan ribuan penonton yang hadir dengan membacakan "Catatan Najwa untuk Papa".

Hadir di pertengahan konser, Najwa tampil melalui sentilan dari tulisan secarik kertas yang ia pegang, mengenai korupsi yang masih merajarela di tanah air. Ketua DPR RI, Setya Novanto ikut diseret dalam Catatan Najwa kali ini.

Catatan Najwa untuk Papa
Najwa Shihab dalam Catatan Najwa untuk Papa. Foto : Aji

"Selamat malam band idola sepanjang masa kak kakak Slank.  Dan kakak yang sedang berulang tahun (Glenn Fredly),” ucap Najwa dari atas panggung membuka penampilannya.

“Karena Saya sedang jobless, Glenn berbaik hati meminta saya di sini, saya diminta untuk membuat Catatan Najwa soal isu yang sangat dekat juga dengan kondisi saat ini, yakni korupsi. Ini adalah Catatan Najwa untuk Papa,” kata Najwa dengan suara lantang.

Seperti Catatan Najwa pada umumnya, yang biasa ia bacakan usai program acara yang sebelumnya ia pandu. Putri dari mantan Menteri Agama, Quraish Shihab ini mengeluhkan bahaya laten korupsi. Bukannya hangus (bersih) dengan tindakan tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi masih ada saja tindakan korupsi di Indonesia. Dan justru aksi koruptor semakin parah.

Catatan Najwa untuk Papa
Najwa Shihab di atas panggung dalam Catatan Najwa untuk Papa. Foto : Aji

“Yang paling bahaya dari korupsi, rakyat tidak percaya pada pemimpinnya sendiri. Negara digerogoti dari dalam dihancurkan dengan diam-diam. Demokrasi sebatas jalan untuk berkuasa, mengeruk harta demi kroni dan keluarga,” keluh Najwa disambut tepuk tangan dan gemuruh penonton yang kebetulan hadir.

Baca juga :

“Dari atas panggung bicara manis-manis, di bawah meja menghisap sampai habis. Koruptor tak akan pernah kehabisan cara. Jurus-jurus baru terus mengemuka. Saat KPK sulit untuk dibeli, pilihannya adalah dikebiri,” ujar Najwa menegaskan yang ingin Indonesia bebas dari korupsi. 

Catatan Najwa untuk Papa
Najwa Shihab di atas panggung. Foto : Aji

Resah, gelisah, dan kesal terdengar jelas dari kata demi kata yang terucap dari bibir wanita berusia 40 tahun ini. Bagi Najwa, koruptor punya cara sendiri agar terlepas dari jeratan hukum yang berlaku di negeri ini.

“Ketika Pengadilan Tipikor sulit diakali, pra peradilan lalu jadi solusi. Belut memang sukar ditangkapi, apalagi belut yang sanggup memborong oli,” lanjut Najwa.

Catatan Najwa untuk Papa
Najwa Shihab di atas panggung. Foto : Aji

Sontak, penonton tertawa kencang namun sarat dengan kekecewaan. Karena ‘Papa’ masih saja bisa terbebas dari jeratan hukum karet. Najwa yang kala itu berbalut baju lengan panjang berwarna hitam dan celana panjang bermotif, terus menerus disambut riuh oleh penonton yang memang sudah lama tak melihat penampilannya.

 “Papa itu memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau kita sebenarnya tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut. Teriak lah jika hanya itu yang bisa dilakukan, keberanian mesti terus diacungkan, barisan ini jangan sampai diungkap,” tuturnya lagi menegaskan.

Catatan Najwa untuk Papa
Najwa Shihab. Foto : Aji

Najwa tentu sudah menyelipkan pesan sendiri di sela-sela pidatonya. Sebelum Glenn Fredly kembali ambil alih panggung bersama D’Cross Choir, melantunkan lagu Tong Kosong.

“Karena koruptor tak segan berkongsi. Kita juga harus menguatkan diri. Tak mengapa hidup sederhana. Nggak punya apa-apa tapi banyak cinta. Jangan biarkan kemunafikan merajalela karena tong kosong nyaring bunyinya,” tutup Najwa Shihab, yang disambut tepuk tangan (standing ovation) sambil berdiri oleh ribuan penonton. (Ray/ Fmy)