Perasaan Mandra Si Doel Anak Sekolahan Masih Tayang di Tv

celeb | 30 July, 2018 14:30 WIB , Oleh Josepus Orias Dias

Mandra. Foto : Ist

WOWChannelz.com -  Anak Betawi.. ketinggalan jaman.. katenye..' penggalan bait itu tentu tidak asing di telinga Anda. Ya, lirik tersebut merupakan lagu soundtrack sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Sinetron Si Doel Anak Sekolahan pertama kali tayang pada tahun 1994 silam di RCTI. Menayangkan kisah Si Doel (Rano Karno), seorang Sarjana yang memiliki prestasi dan keluarganya dari suku Betawi, yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah-tengah arus perkotaan dan modernisasi.

Sinetron yang diproduksi oleh Karnos Film ini kental dengan logat Betawi para pemainnya. Seperti Babe Sabeni (Benyamin Sueb), Mak Nyak (Aminah Cendrakasih), Mandra, Atun (Suti Karno), almarhum Pak Tile (Engkong Ali).

Si Doel Anak Sekolahan juga menceritakan drama cinta segitiga antara Doel dengan Zaenab (Maudy Koesnaedi) dan Sarah (Cornelia Agatha). Adaptasi versi modern dari novel karya Aman Datuk Majoindo ini dibalut komedi dari celetukan khas mengocok perut yang terlontar dari Mandra yang kerap beradu mulut dengan Karyo (almarhum Basuki), pacar Atun dan almarhum pak Bendot, mertua Karyo. 

Selain mereka, sinetron ini juga dibintangi oleh Nunung yang memerankan adik Karyo, Rina Gunawan sebagai teman Sarah, Jaja Miharja sebagai tunangan Zaenab, dan masih banyak lainnya.

Memiliki plot dan kualitas yang khas juga berkarakter, sinetron Si Doel Anak Sekolahan masih menghiasi layar kaca sampai saat ini. Hampir setiap tahunnya, sinetron yang ditulis oleh Rano Karno dan Ida Farida ini tak pernah absen ditayangkan ulang.

Meski sudah sering nonton di layar kaca, tapi tetap saja apa yang tersaji di setiap scene maupun episode Si Doel Anak Sekolahan tidak membuat bosan. Penonton dibawa terhanyut dengan cerita yang dihadirkan, mulai dari sisi komedi mengocok perut atau terbawa perasaan (baper).

Si Doel Anak Sekolahan mulai tayang kembali pada 28 Februari 2018, setiap hari Senin sampai Jumat pukul 14:15 WIB di RCTI. Adrian Surya selamu Head of Planning and Scheduling Programming Department RCTI mempunyai alasan tersendiri mengapa sinetron tersebut kembali dihadirkan.

"Si Doel secara cerita sangat cocok dengan penonton Tv di siang hari. Sangat ringan, dramanya sederhana dan mudah diikuti, serta dekat dengan keseharian penonton. Rating mencapai 1.8 dan share 13.0 (data per Rabu 4 Juli 2018, pemirsa middle up)," papar Adrian kepada Wowchannelz.com.

Mandra
Mandra. Foto : Ist

Seperti Mimpi

Sebagai salah satu pemeran utama, Mandra merasa bangga sinetron yang dibintanginya masih diapresiasi. Sudah berusia 2 dekade lebih, Si Doel Anak Sekolahan diminati oleh penonton lintas generasi.

"Artinya kan masih ada respon masih disukai dari beberapa generasi. Itu dihitung tahun 1992 awal pembuatannya, kalau sekarang tayang sudah berapa tahun lalu berarti," ucap Mandra saat berbincang dengan Wowchannelz.com, belum lama ini.

Mandra mengakui kalau dirinya juga suka nonton Si Doel Anak Sekolahan di televisi. Ketika melihat dirinya sendiri di layar kaca, pria berusia 54 tahun ini merasa seolah seperti berada di alam bawah sadar.

"Kayak mimpi aja. Bisa lihat masa lalu kita perjalanan dan juga penuh dengan kenangan dengan teman-teman yang sekarang sudah enggak ada. Ya pada dasarnya punya kenangan tersendiri," ungkapnya.

Baca juga :

Rindu

Mandra langsung flashback ketika menjalani syuting Si Doel Anak Sekolahan dengan pemain lain. Tapi ada kesedihan peraih Piala Vidia tahun 1997 dan 2001 ini, mengingat beberapa cast yang sudah terlebih dulu meninggalkan ia untuk selamanya.

"Yang awal-awalnya kita masih komplit kan. Dengan pemain yang juga boleh dibilang masih ada semua sampai orang yang sudah enggak ada. Kayak pak Bendot pak Tile, Basuki, dan Maulana yang jadi bapaknya Zaenab sekarang sudah enggak ada," ujarnya.

"Ya tinggal kenangan-kenangan pada sata kita di lokasi dengan penuh kekompakkan canda dan lain sebagainya. Ya lika-liku syuting kadang teringat," imbuh Mandra.

Kakak kandung Omaswati dan Mastur ini rindu dengan para pemain yang sudah almarhum. Seperti mendiang Basuki yang diceritakan kerap berselisih dengannya pada sinetron Si Doel Anak Sekolahan. 

Mandra berucap, bahwa chemistry antara dirinya dan Basuki sudah sangat klop. Mereka tak perlu bersusah payah memberi bumbu komedi. Keduanya kerap kali improvisasi dari skrip yang sudah ada.

"Ya kan kita selalu ping pong. Yang penting kadang kalau dia ngumpan kita makan kalau kita umpan dia juga respon. Dari kekompakkan itu yang enggak semua bisa dapat. Enggak semua pemain satu sama lain bisa saling isi. Itu yang dirindukan yang mungkin enggak semua pelawak ya yang bisa kayak gitu. Yang baca situasi kondisi cerita itu kan enggak semua tahu. Nah kebetulan diantara kita ini sudah memahami banget dengan peran masing-masing," urainya.

Sama seperti keriduannya dengan mendiang Basuki, Mandra juga tak pernah melupakan momen syuting dengan almarhum Benyamin Sueb. Sebagai sesama komedian, keduanya membungkus dialog komedi secara natural.

"Kalau Babeh biasa dah ngacak-ngacak (skrip). Ya dirinduin dari dia hampir sama kayak almarhum Basuki," tuturnya.

Sedangkan kenangannya bersama pak Bendot adalah attitude almarhum yang kental dengan adat Jawanya. Pak Bendot berdialog menggunakan Kromo Inggil atau gaya bertutur dengan bahasa Jawa yang halus.

"Ya apalagi kalau dia kan Kromo Inggilnya kuat banget jadi tatanan-tatanan bahasanya juga khas. Sosok tuanya juga dimunculin juga di situ. Dia malah enggak terlalu banyak berani untuk lari dari yang pakem skenario," jelasnya. ( Jod/Jod )

Komentar :